SENDU SENJA

 SENDU SENJA

 SENDU SENJA


Diujung ufuk sana

Terukir aksara

Ku genggam jingga

Hingga pudarnya senja 


Sebelum malam menjadi gelap sendu

Kuseduh kopi bergulakan senyummu

Indahnya violet tak seindah matamu

Disini ku menunggu jeda kabar kalbu 


Layaknya senja yang datang dan pergi

Ku rasakan hampa ku menyendiri

Tertunduk lesu menggemgam diri

Bergerak waktu seakan enggan henti 


Kutulis kata untuk mu tuan

Memberontak di ruang-ruang rindu

Senja yang luas jauh membentang

Terbayang senyum tuan nan indah hingga ujung senja"


Suara mayit

Suara mayit

Suara mayit


Jeritan si mayit dalam tanah

Menahan sakit yang sangat parah

Yang belum pernah terlihat oleh mata

Yang belum pernah terdengar oleh telinga


Suara mayit terdengar memilukan

Oleh sekelompok semut dalam tanah

Bangkai tercambuk menakutkan

Atas dosa yang dilakukan

Yang belum sempat disucikan


Penghuni tanah yang basah lembab

Menyesal…..

Namun sesal pun tiada guna

 

Bunga kerimbunan berguguran

Berduka atas penghuni yang kesepian

Yang selalu dalam kegelapan

Tiada sinar yang menerangi

Serat serat pohon merasakan

Betapa dahsyat siksaan Tuhan

Untuk orang-orang yang melanggar



""Kharisma, Surakarta"""


Di Selembar Kertas

Di Selembar Kertas

Di Selembar Kertas

Maria Arneta F



Kutulis dengan sejuta harapan

Kumulai merangkum rasioku sambil kuhayati dalam Sukma yang hening


Aku merenung, aku merangkai,lalu kurapikan kata kata itu hingga menjadi sebuah kalimat


Aku bukanlah seorang sastrawan yang fantastis menciptakan sebuah karya sastra

Namun, aku hanya ingin bercerita melalui titisan penaku


Tidak masalah bila mereka mengejek karanganku, 

aku tetap mengayunkan anganku dalam gengaggam yang erat


Nama                      : Maria Arneta Frilianti

Tempat, tgl lahir    : Malang,02 Juli 2003

Agama                    : Kristen

Status                     : Pelajar

Sekolah                  : SMK Bintang Persada 

                                  Denpasar

"


SANG PETUALANG IMAN.

 SANG PETUALANG IMAN.

 SANG PETUALANG IMAN.

(Oleh : Andreas Suri Berebein)


Bukan tentang apa yang ia bawa ketika pulang.

Bukan tentang apa yang ia temukan ketika dijalan.

Bukan juga tentang apa yang akan ia bagikan ketika sampai.

Tetapi ini semua tentang apa yang ia rasakan ketika bertualang.

                 Sang petualang iman sejati.

                 Ialah yang akan menghidupkan lampu ketika gelap.

                 Ia juga yang akan menunjukan jalan ketika sesat.

Ia tidak berbangga diri ketika mempunyai.

Ia tidak menyombongkan diri ketika mendapat.

                Sang petualang iman sejati.

               Membawa senjata paling ampuh.

               Membawa lantera paling terang.

               Membawa benih yang paling subur.

Cobaan datang menghadang.

Mulut diam membisu.

Bunyi-bunyi perlahan menjadi hening.


Sang petualang  menutup mata.

Mengangkat kepala keatas.

Meminta Rahmat sang Esa 

             Menghadapai badai iman.

             Sang petualang berdiri kokoh .

             Berjalan ditengah badai pencobaan.

            Mengucapkan untaian kata sebagai pemujian kepada    sang Esa .

Kini sang petualang telah kembali.

Membawa benih-benih iman yang subur.

Membawa pupuk -pupuk yang unggul.

Siap melahirkan tunas-tunas iman yang baru.

Membangun persatuan iman.

Menjadikan dunia satu dan subur.


Sang petualang iman sejati😇



Kefamenanu, 07 Oktober 2021.

      "


WAKTU

WAKTU

 "*WAKTU*


_Tak banyak juga tak sedikit kudekap waktu meskipun hanya untuk menyapa, Raut wajah yang lelah sebab ulah dunia tanpa sadar menjadi tak bearti terhempas oleh kerut wajah yang penuh ceria nan kealamian yang indah kembali pada asalnya_.


_Namun prasangka tak mungkin slalu tuk menyapa menjadi tanda tanya (Apakah mungkin kan slalu bersama?), sebab akibat antara jiwanya dan jiwa penulisnya masih diambang kepastian tuk bersatu dengan pembacanya._ 


_Ataukah dia dibawah luasnya payung semesta yang tuk melambai apalagi menyapa masih bingung akan arahnya, jika benar, semoga tuhan segera menentukannya, Rasa Sabar tuk meluruskan langkahnya kegubuk yang sebenarnya sudah melampui batasnya._


_Sudah Menjadi Bimbang, keyakinan begitu kuat tuk selalu menyapa juga enggan membaginya tapi ada keadaan mungkin memaksa. Titip, jika memang suatu kebenaran kepastian bukan diantaranya dan sang penyapa sudah tergantikan yang ada, Permohonan untuk kerut keningnya, bola mata yang berkaca-kaca jangan sampai tuk singah Mendominasi kerut di pipinya._ 


Nama: MOH.ARIF SETIAWAN

Nama panggilan: Arif

Tempat, tanggal lahir: Lamongan, 15 Agustus 2000

Setatus pendidikan: Pelajar semester 4 Fakultas ilmu hukum

Alamat lengkap: Ds. Lembor Kec. Brondong Kab. Lamongan rt. 10 rw. 9"


Samudra Lintang Kejora

 Samudra Lintang Kejora

 Samudra Lintang Kejora

Karya : Puji Sri Hanis Wulanningsih



Diujung ranah menggelora

Tertakjub harapan samudra lintang kejora

Semburat rasa di tanah jua

Tak sangka divisi lintang indonesia bertambah usia


Awalnya ku tak bisa menjamah apa itu lintang indonesia

Melalui sorotan media ku tahu bahwa karya anak bangsa diolah menjadi sebuah cerita

Yang terpapar di media massa

Hingga pada akhirnya menuai juara


Kini tiga tahun usianya seakan tak terasa di depan mata

Harapan nan pencapaian telah bersinar diujung singgasana

Berkat perjuangan yang tiada terkira oleh para calon juara nan para penyelenggara

Tuk menuju prestasi yang mendunia


Ku harap lintang indonesia semakin berjaya di masa tua

Sukses terkenal di seluruh pelosok nusantara

Agar anak bangsa mampu mewujudkan cita-citanya

Melalui media divisi lintang sastra Indonesia



Bionarasi penulis

Nama Puji Sri Hanis Wulanningsih, gadis Gemini kelahiran Juni 2001. Ia tinggal di Blora, Jawa Tengah. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswi PGSD sekaligus komting di kampusnya. Ia juga peraih penulis terpilih sejak Februari 2021 lalu. Jejaknya bisa dilihat di akun Instagram @hanisa_wulan01, serta kritik dan saran bisa melalui alamat email pujyhnz@gmail.com."


HADIRNYA CINTA

 HADIRNYA CINTA

 HADIRNYA CINTA


Bulan menjadi penerang malam 

Hingga bumi tak menjadi padam

Cinta datang dengan membawa salam 

Berbagai langkah manis yang tertanam

Tertujukan untuk hati yang bersemayam 

Tak ingin tahu maksud hati yang bergumam 

Membawa jiwa berkelana hingga ke dalam 

Sudah pasti tak ada kata menolak salam 

Ada apa ???

Tuhan...

Sepertinya hati ini berlabuh cinta 

Awal yang tak suka bukanlah nyata

Sebuah kebohongan menganggapnya tak ada

Apakah dia jawaban disetiap selip do’a

Tuhan...

Jika memang rasa ini benar adanya 

Jaga hati ini dengan hiasan keimanan

Perindah dengan ketulusan 

Dan wujudkanlah dalam ikatan yang Engkau Jaga

"